Hadramaut sejak lama menempati posisi unik dalam sejarah Arabia Selatan. Wilayah ini berkembang dengan tradisi politik, sosial, dan keagamaan yang berbeda dibandingkan Aden dan daerah pesisir barat daya Jazirah Arab.
Kesultanan-kesultanan Hadramaut seperti Al Quaiti dan Al Katiri membangun legitimasi kekuasaan berbasis adat, agama, dan jaringan perdagangan samudra. Hubungan mereka dengan India, Afrika Timur, dan Asia Tenggara membentuk karakter kosmopolitan yang khas.
Berbeda dengan Aden, Hadramaut tidak tumbuh sebagai kota pelabuhan kolonial yang sepenuhnya dikendalikan Inggris. Aden berkembang sebagai pusat dagang dan pangkalan militer imperium, sementara Hadramaut mempertahankan struktur tradisional kesultanan.
Perbedaan ini tercermin dalam sikap politik. Ketika nasionalisme Arab mulai menyapu kawasan sejak Revolusi Mesir 1952, respons di Aden jauh lebih cepat dan radikal dibandingkan Hadramaut.
Di wilayah Aden Protectorate, tekanan nasionalisme dan anti-kolonial mendorong pembentukan Federasi Emirat Arabia Selatan pada 1959. Proyek federasi ini dimaksudkan menyatukan negara-negara protektorat di bawah satu kerangka politik.
Namun Hadramaut, bersama Mahra dan beberapa wilayah timur lainnya, menolak bergabung. Kesultanan Al Quaiti dan Al Katiri memilih tetap berada di luar federasi yang kemudian menjadi Federasi Arabia Selatan.
Penolakan ini bukan semata soal politik kolonial, tetapi juga perbedaan budaya kekuasaan. Hadramaut tidak memiliki tradisi federalisme atau pemerintahan kolektif seperti yang dipaksakan dalam skema Aden.
Elite kesultanan Hadramaut melihat federasi sebagai ancaman terhadap otonomi dan struktur lama. Mereka khawatir kekuasaan tradisional akan terkikis oleh sistem baru yang didominasi Aden.
Di sisi lain, Aden sendiri memiliki kompleksitas sosial yang berbeda. Elite dagang Aden yang banyak berasal dari India, Persia, dan Yahudi menolak penggabungan penuh karena takut kekayaan kota diserap wilayah pedalaman.
Federasi Arabia Selatan akhirnya rapuh sejak awal. Perbedaan kepentingan antar-sheikhdom, minimnya pengalaman pemerintahan federal, serta rivalitas kepemimpinan membuat proyek ini sulit bertahan.
Sementara itu, Hadramaut relatif tenang hingga pertengahan 1960-an. Kehadiran Inggris di wilayah timur jauh lebih terbatas dibandingkan protektorat barat yang berpusat di Aden.
Ketenangan ini mulai berubah ketika Front Pembebasan Nasional atau NLF memperluas pengaruhnya ke wilayah timur. Tokoh-tokoh seperti Ali Salem al-Beidh dan Haidar al-Attas memainkan peran penting dalam proses ini.
Mereka memanfaatkan absennya kontrol kolonial yang kuat di Hadramaut untuk menggalang dukungan. Kesultanan Al Quaiti dan Al Katiri perlahan kehilangan pijakan politik.
Masuknya NLF menandai pergeseran besar. Untuk pertama kalinya, Hadramaut terseret langsung ke arus revolusi yang sebelumnya lebih kental di Aden dan wilayah barat.
Pengumuman Inggris pada Februari 1966 untuk menarik diri dari Aden dan mengakhiri semua perjanjian protektorat mempercepat kejatuhan kesultanan. Para sultan merasa dikhianati dan ditinggalkan.
Ketakutan para penguasa lokal mencerminkan rapuhnya posisi mereka. Struktur tradisional Hadramaut yang selama ini stabil mendadak runtuh di hadapan perubahan geopolitik.
Berbeda dengan Aden yang sejak awal menjadi pusat mobilisasi massa dan ideologi, Hadramaut mengalami perubahan secara lebih mendadak dan traumatis. Transisi ini meninggalkan luka sejarah yang panjang.
Penyatuan Hadramaut ke dalam Yaman Selatan bukan hasil konsensus sosial yang matang. Ia lebih menyerupai integrasi paksa akibat kekosongan kekuasaan pascakolonial.
Perbedaan pengalaman sejarah inilah yang membuat Hadramaut hingga kini kerap merasa berbeda dengan Aden. Tradisi kesultanan, struktur sosial, dan memori kolektifnya tidak sepenuhnya larut.
Bahkan dalam Yaman modern, Hadramaut sering dipandang sebagai wilayah dengan identitas tersendiri. Jarak historis dengan Aden masih terasa dalam dinamika politik kontemporer.
Hadramaut dan Aden, meski berada dalam satu kerangka negara, tumbuh dari akar sejarah yang berbeda. Perbedaan inilah yang terus membentuk relasi keduanya hingga hari ini.
0 Komentar