Satu Pejuang Terbunuh, Israel Sukses Pancing Emosi Hezbollah


Satu pejuang Hezbollah, milisi Lebanon, tewas dalam sebuah hujan rudal yang dilancarkan Israel ke Damaskus.

Tidak disebut tujuan serangan tersebut tapi Israel membantah tak sengaja menarget milisi Hezbollah.

Namun banyak pengamat memperkirakan Israel memang sengaja cari gegara di Suriah agar Hezbollah terpancing perang. Thus, demo anti Benjamin Netanyahu di Israel akan teralihkan.

Dan tampaknya Israel Sukses. Hezbollah kini emosi dan ingin melakukan pembalasan.

Lalu akan bagaimana?

Jika dilihat dari tujuan awal, kelihatannya emosi Hezbbollah ini tidak akan berakhir panjang. Paling Israel segera akan menghentikannya sebagaimana sebelumnya.

Faktor kedua adalah, Hezbollah sedang menjaga jarak dari kalangan Hamas di Gaza.

Dulu, saat Israel membombardir Lebanon dan mengakibatkan ribuan tewas, Hamas di Gaza melakukan tantangan untuk memecah konsentrasi pasukan Israel.

Kini, kemungkinan itu tidak akan terjadi karena Hezbollah dan Presiden Bashar Al Assad sedang menghukum Hamas karena dinilai terlibat mendukung salah satu kelompok anti Assad di Damaskus pada revolusi musim semi Arab.

Walaupun kelompok yang mengaku berafiliasi dengan Hamas itu dibantah, dan segera pimpinan Hamas melakukan klarifikasi, toh mesin propaganda dan perang Assad sudah terlanjur menyebut Hamas sebagai teroris dan sah menjadi target pasukan Assad.

Artinya, tanpa Hamas sulit bagi Hezbollah untuk mengulang sejarah keberhasilan mengalahkan Israel di sebagaimana dulu terjadi.

Namun, bagi Hezbollah, permainan Israel ini akan diikuti karena toh di dalam negeri Lebanon juga sedang terjadi demo anti pemerintah karena krisis ekonomi imbas Covid-19.

Perhatian publik di kedua negara akan teralihkan apalagi keduanya negara bertetangga dan sama-sama negara kecil.





Posting Komentar

0 Komentar