Pemerintahan Penyelamat Suriah (SG) yang berpusat di Idlib melakukan pertemuan dengan pekerja media.
Pertemuan tersebut dilaporkan untuk mengetahui tantangan awak media dalam melakukan tugasnya agar pemerintah dapat memformulasikan kebijakan yang pro pada kalangan jurnalis.
PM Ali Keddah juga menyempatkan diri untuk mendorong agar pekerja media menyuarakan kondisi pengungsi dan waga Idlib yang terus menjadi korban pemboman rejim Bashar Al Assad.
Saat ini SG belum memiliki media besar yang kredibel dan dikelola pemerintah untuk menyuarakan kepentingan mereka. Begitu juga pemerintahan rival interim (SIG) di Azaz.
Berbeda dengan rejim dan pemerintahan NES yang memiliki media konvergensi mulai dari TV, medsos, radio dan lain sebagainya, sebagaimana Turki memiliki TRT World dan Qatar dengan Aljazeeranya.
Di media internasional, suara SG dan SIG masih sering kalanh dari NES yang memerintah otonomi daerah di Timur Suriah.
Baca:
0 Komentar