Perseteruan antara Konglomerat Suriah Rami Makhlouf dan presiden Suriah Bashar Al Assad terus berlanjut usai investigasi korupsi ke perusahaan telekomunikasinya.
Makhlouf yang sebenarnya adalah sepupu Assad merupakan pendukung utama Assad termasuk dalam dukungan ekonomi dalam menghadapi konflik di Suriah.
Namun hubungan keduanya pecah dengan isu korupsi dengan tuduhan penggelapan pajak.
Kini perusahaan Makhlouf di Bursa Saham Suriah mulai dibekukan termasuk asetnya di beberapa BUMN dan perusahaan publik Lebanon dan Yordania.
Makhlouf mengungkapkan cara berbisnis Assad yang menggunakan perusahaannya untuk impor produk dari luar negeri demi mengelabui sanksi ekonomi AS.
Tidak semua orang bisa melawan presiden di Suriah dan ini bakal membuat Makhlouf semakin menjadi target.
Selain menguasai 60 persen ekonomi Suriah, Makhlouf juga mempunyai yayasan yang menghimpun relawan berjuang di di barisan Assad.
Uniknya, gaji bulanan relawan diambil dari negara bukan dari kantongnya sendiri sebagaimana diklaim.
Korupsi gila-gilaan lingkaran dekat Assad membuat kekuangan pemerintah semakin kropos apalagi diperparah dengan konflik yang berkepanjangan. Diduga Assad berani menghajar para konglomerat penghisap darah atas perintah Rusia yang juga pernah memenjarakan beberapa oligarki lokal.
Rusia dan Iran mulai meminta Assad mencicil utang kepada mereka sebagai biaya operasi dukungan militer mereka selama hampir setengah dekade di Suriah.
Disebut, utang rejim ke Rusia sudah mencapai US$2 miliar dolar AS sementara Iran telah menghabiskan US$30 miliar dolar AS menggaji puluhan ribu milisi dari luar.
0 Komentar