Akibatnya perang kembali berkecamuk dan warga Daraa maupun tentara yang kebanyakan dari Syiah Alawiyah menjadi korban.
Di luar itu, dendam antara warga Sunni yang menjadi korban dan warga Alawiyah semakin meruncing.
Hal itu disindir oleh seorang mantan pasukan komando atau pasukan khusus Syiah Alawiyah di militer Suriah.
Sampai kapan anak-anak kami yang mengabdi kepada ibu pertiwi akan terus kembali dalam peti mayat? Demikian pengertiannya.
Padahal warga Daraa yang rekonsiliasi seharusnya semakin dirangkul sebagaimana warga Suriah lainnya yang sudah menjauhi kekerasan seperti Qabilah Baggara yang merupakan mayoritas di Suriah.
0 Komentar