Selain mendukung posisi masing-masing, ada juga akun-akun yang berseberangan. Misalnya akun Ethiopia mendukung posisi Mesir dan Sudan dan akun Mesir dan Sudan mendukung posisi Erhiopia.
Titik permasalah pembangunan dam GERD ini adalah adanya perjanjian di era kolonialisme Inggris bahwa pembangunan DAM di Sungai Nil harus sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan saat itu.
Namun pihak Ethiopia menganggap perjanjian tersebut tida berlaku lagi sekarang ini.
Padahal banyak perjanjian yang dilakukan di era Inggris yang masih berlaku sampai sekarang seperti perbatasan.
Jika perjanjian di era Inggris dianggap tidak berlaku maka daerah Benishangul yang mencakup 1/3 wilayah Ethiopia harus menjadi wilayah Sudan karena daerah itu dimasukkan ke Ethiopia secara sepihak oleh Inggris yang saat itu menjajah Sudan.
Mesir dan Sudan juga ingin agar pengisian Dam dilakukan atas sepengetahuan Khartoum dan Kairo untuk mencegah kemungkinan mengeringnya sungai Nil yang menjadi salah satu penopang ekonomi penting Mesir dan Sudan.
Ustad Jemal Bashir dari Ethiopia lalu membuat sebuah konten Youtube yang mengkritisi semua pandangan media dan pengamat Mesir.
Dia juga mengkritisi pandangan Youtuber yang dia sebut sebagai buzzer mengenai pembangunan dam tersebut.
0 Komentar