Afghanistan Lebih Baik Tiru Cara Penyelesaian Konflik Libya atau Yaman?

Banyak pengamat memperkirakan bahwa konflik di Afghanistan akan mirip seperti apa yang terjadi di Libya dan Yaman.

Di Libya, pemerintahan GNU yang diakui dunia dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berpusat di Tripoli dan hanya menguasai sebagian kecil wilayah di Barat Libya. Sementara pemberontak LNA di Timur Libya menguasai 3/4 wilayah namun tidak diakui dunia.

Pemerintahan GNU itu dapat disebut ekuivalen dengan pemerintahan Afghanistan sekarang yang dikepung Taliban.


Sulit bagi LNA untk rebut Tripoli dan begitu juga sebaliknya sulit bagi GNU untuk bubarkan LNA. Sehingga dalam kompromi yang direalisasikan kepemimpinan militer 5 + 5, anggaran pertahanan Libya dibagi hampir sama antara Kemenhan di GNU dengan LNA.

Hal yang sama juga terjadi di Yaman. Bedanya, justru 'pemberontak' dalam hal ini Al Houthi yang menguasai Sanaa, ibukota Yaman dengan pemerintahan bentukannya Pemerintahan Penyelamat

Sedangkan pemerintahan yang diakui dunia berpusat di Aden. Al Houti menguasai 1/3 Yaman namun dengan penduduk lebih besar. Sementara 2/3 dikuasai pemerintah tapi dengan jumlah penduduk yang lebih kecil.

Di Afghanistan, Taliban mengklaim kuasai 85 persen wilayah tapi pada umumnya dj pedesaan. Sementara ibukota setiap provinsi masih dikuasai oleh pemerintah.

Jika Afghanistan ingin aman maka bisa memilih cara yang ditempuh Libya. Membentuk badan penyatu 5+5 yang sekarang direpresentasikan sebagai delegasi perdamaian di Qatar.

Sistem seperti ini menjadi sebuah status quo dan bila tak hati-hati Rusia juga akan mengalami hal yang sama. Sebagaimana Suriah, Somalia dan Ethiopia sekarang dan dulu pernah menimpa Jerman Barat dan Jerman Timur serta Vietnam Utara dan Selatang yang kini sudah bersatu. Sementara Korea Utara dan Selatan belum memilih bersatu.



Posting Komentar

0 Komentar