Namun usai gencatan senjata sepihak dari pemerintah Ethiopia, TPLF menemukan momentum untuk ekspansi termasuk ke wilayah Afar dan Amhara.
Memang dalam operasi penumpasan TPLF, pasukan regional Afar dan Somali ikut bersama pasukan federal Ethiopia menguasai Tigray.
Namun ternyata, di balik konflik ini melenginap konflik antara negara bagian Somali dan Afar.
Perseteruan antara Somali dan Afar memang sudah terjadi sejak lama. Bahkan saat kedua negara bagian ini masih menjadi beberapa kesultanan yang merdeka dan berdaulat sebelum dijajah oleh Ethiopia.
Namun perselisihan terakhir disebabkan saat reorganisasi wilayah Ethiopia menjadi federal yang terdiri dari negara bagian berdasarkan etnis, beberapa perkampungan Somali dimasukkan ke Afar.
Akibatnya, kepolisian serta tentara Somali dan Afar sering bentrok.
Dalam insiden belakangan, Somali menuduh Afar membantai penduduknya dan sebaliknya Afar menuduh Somali didukung TPLF ingin menguasai wilayahnya.
Konflik ini membuat perang sipil di Ethiopia semakin kompleks.
Di luar Somalia, persaingan etnis antara etnis Afar dan Somali juga terjadi di Djibouti. Demografi keduanya cukup berimbang. Bahkan presiden Djibouti gantian antara Somali dan Afar.
Maka tak heran negara bagian Afar di Somalia selalu menuduh Djibouti sering intervensi membantu Somali melawan Afar.
Belum lagi adanya kecurigaan Somaliland dan Somalia ikut terlibat. Baik Afar dan Somali merupakan negara bagian yang 90 persen penduduknya adalah Islam.
Uniknya, pemerintah pusat atau federal memilih tidak ikut campur atau paling tidak kurang ingin menyelesaikan masalah ini dengan tuntas.
Etnis Afar juga terdapat di Eritrea. Bahkan seluruh Eritrea dulunya merupakan wilayah kesultanan Islam yang diperintah oleh orang-orang Afar.
Kini sebagian warga Afar di selatan Eritrea melakukan pemberontakan karena persekusi dan kehidupan represif yang mereka alami.
0 Komentar