Turut hadir delegasi dari Eritrea yang memberikan dukungan penuh ke pemerintah Ethiopia menumpas TPLF, pemberontak Tigray yang kini atelah berubah nama menjadi TDF usai dimasukkan dalam daftar teroris.
Langkah ini cukup mengejutkaj karena Sudan sendiri, bersama Mesir, masih mempunyai permasalahan dengan Ethiopia.
Di lain pihak, tanah Sudan yang diduduki Ethiopia sejak lama, Al Fashaga juga sudah direbut kembali oleh Sudan usai pasukan pemerintah di sana ditarik ke medan perang melawan pemberontak Tigray.
Pemerintah Ethiopia berencana akan merebut kembali Al Fashaga meski tanha tersebut merupakan wilayah Sudan.
Di lain pihak, pemberontak di Benishangul juga terus didukung oleh TPLF. Wilayah ini sejatinya merupakan wilayah Sudann namun dimasukkan oleh penjajah Inggris dulu sebagai wilayah Ethiopia. Kini warga di sana menginginkan merdeka atau bergabung dengan Sudan.
Saat ini pasukan TPLF serus berada dalam posisi menyerang khsususnya di Amhara dan Afar. Pemerintah hanya bisa melakukan upaya pembatasan penjalaran ekspansi pemberontak Tigray ke wilayah laiin.
Walau begitu peran Sudan mendamaikan tetangganya sudah teruji. Tahun lalu, Sudan berhasil damaikan pemerintah Sudan Selatan dengan pemberontak.
Dari tiga negara Sungai Nil ini, hanya Sudan yang ekonominya tidak tumbuh dengan baik dibandingkan Ethiopia dan Mesir.
Meski pertumbuhan ekonomi Ethiopia lebih tinggi, ekonomi Mesir di bawah Al Sisi cukup positif di angka tiga persen saat kebanyakan negara di dunia mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus.
0 Komentar