Dari Kesultanan Angoche ke Mozambik, Akar Sejarah Persekusi Islam dari Era Kolonialisme

Mozambik kini kembali menjadi sorotan media karena bangkitnya apa yang disebut 'insurgensi ISIS'.

Padahal persekusi orang Islam sudah lama terjadi sebagaimana di berbagai negara Afrika lainnya seperti Burkina Faso, Republik Afrika Tengah dan lain sebagainya.

Semua wilayah ini sebelumnya sudah mempunyai pemerintahan Islam dalam bentuk kesultanan sebelum datangnya penjajahan.

Di Mozambik, terdapat Kesultanan Angoche yang kemudian dijajah oleh Portugis.

Anehnya, usai dilakukan penjajahan hanya mereka yang murtad yang diberikan kewarganegaraan alias KTP. Praktis selama ratusan tahun orang Islam terpinggirkan seperti tidak ada. Tidak bisa sekolah, pegawai dan lain sebagainya.

Kondisi ini terus terasa walau Mozambik akhirnya merdeka. Masyarakat Islam terus menjadi korban persekusi.

Uniknya dalam beberapa tahun belakangan, perjuangan kaum Islam seperti 'dibajak' oleh ISIS. Mungkin satu dua orang atau kelompok berhubungan dengan ISIS namun dipukul rata untuk semuanya.

Tujuannya agar pemberotakan tersebut berubah menjadi isu regional sehingga dunia internasional khususnya Uni Afrika dapat dengan mudah ikut campur.

Belakangan Rwanda dan Afrika Selatan sudah mengirimkan pasukan dan beberapa warga ditewaskan.

Bagi warga Islam di sana, ini tentu menjadi kerugian besar. Usaha mereka untuk berjuang agar mendapat persamaan hak malah ditindas oleh Uni Afrika yang tidak ada hubungannya.

Dugaan sejumlah pihak bahwa ISIS hanya buatan AS dan sekutu untuk memuluskan imperialisme dan persekusi terhadap Islam semakin nyata di Afrika.

Di Mali, ISIS dan Alqaeda bahkan secara langsung berhadapan dengan warga Tuareg yang ingin meminta persamaan hak.

Kini, apa yang ingin diperjuangkan warga Mozambik utara menjadi tertutupi oleh ISIS. Padahal tanah dan rumah-rumah mereka menjadi korban dari ekplorasi migas dengan proyek triliunan.

Hal yang sama terjadi di CAR dan Burkina Faso.



Posting Komentar

0 Komentar