Hal itu diungkapkan oleh sang jenderal dalam sebuah cuitannya di akun Twitternya baru-baru ini.
Hal ini berbanding terbalik saat komunitas Kristen Arab justru mengecam sifat keji Macron tersebut yang mengobok-obok kerukunan beragama di negaranya dan memicu perselisihan antara kelompok garis keras Kristen dan Islam.
Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang memiliki komunitas Muslim terbesar melebihi angka 5 jutaan. Islam telah masuk ke wilayah Perancis sekarang sebelum negara Bonaparte itu berdiri.
Wilayah sekitar Septimania pernah menjadi bagian dari kekhalifahan Umayyah Andalusia dan keturunanya saat menjadi super power di Eropa saat itu.
Selain itu Perancis juga mempunyai banyak pasukan Muslim di militernya baik sebagai satua organik maupun foreign legion.
Kebijakan anti Islam dan keinginan untuk mengobok-obok ajaran Islam membuat marah sejumlah organisasi Arab. Respon atas kelancangan itu juga datang dari Presiden Turki, Pakistan dan OKI.
Perancis yang dekat dengan rejim Bashar Al Assad justru menjadi salah satu pendukung utama kelompok pemberontak PKK Turki yang masuk dalam daftar teroris Eropa.
Kelompok PKK inilah yah melahirkan SDF dan kini menguasai sekitar sepertiga dari wilayah Suriah dan 70 persen cadangan minyak dan gas Suriah.
Presiden Emmanuel Macron menunjukkan dukungannya atas penghinaan Nabi Muhammad SAW dengan memajang karikatur penghinaan Nabi SAW di istana kepresiden. Dia juga mengungkapkan pendapatnya yang subjektif bahwa agama Islam bukan orang Islam mengalami krisis.
Hal itu sangat bertentangan dengan jejak hitam Perancis membantai warga Aljazair dan dokumentasi videonya masih ada sampai sekarang. Bahkan temgkorak para ulama dan pimpinan pejuang Aljazair diabadikan secara tidak manusiasi di museum Perancis.
0 Komentar