Padahal menurut dia dalam sebuah kultwit nya, Turki dan Islam justru berada di tengah perdaban Eropa tepatnya di tengah Mediterania.
"In seeking geopolitical relevance in the Mediterranean, Macron has already tried to present Muslims as simply the southern neighbors of Europe. In reality, Muslims and Turkey are very much in the center of the Mediterranean region and will not go away!," tulisnya di akun @fahrettinaltun.
Menurut pria kelahiran Jerman ini, Turki senagai negara besar yang memiliki Istanbul dan dulu bernama Konstantinopel tidak akan pergi kemana-mana walaupun mereka yang mengaku Erooa tidak menyukainya.
Sebagaimana diketahui hampir seluruh wilayah Eropa pernah menjadi wilayah Islam atau setidaknya berhubungan dengan Islam.
Leluhur Turki, Ottoman, pernah menjadi penguasai hampir semua Eropa Timur dan mereka juga punya legasi sebagai Third Rome usai menguasai Konstantinopel.
Sementara itu Umayyah juga sudah pernah berjaya di Andalusia dan bahkan sebagian wilayah Perancis, bahkan sebelum negara Perancis berdiri.
Sikap Macron yang tiba-tiba menghina Islam dan Nabi SAW bertolak belakang dengan sikap pemimpin Perancis Napoleon 'Ali' Bonaparte yang pernah mengumumkan kepada rakyat Mesir bahwa Perancis sebenarnya adalah negara Islam.
Napoleon juga pengagum Nabi Muhammad SAW sehingga pernah diisukan sudah masuk Islam secara diam-diam sebagai mana nenek moyang orang Perancis di Septimania yang sudah sempat jadi muslim.
0 Komentar