Pada tahun 1565, Sultan Alauddin al-Qahhar dari Aceh menyatakan persekutuan dengan Kesultanan Turki Utsmani dan meminta pertolongan Suleiman II (yang diterima oleh Wazir Agung Sokollu Mehmet Pasha karena Suleiman sedang memimpin Pertempuran Szigetvár, kampanye militernya yang terakhir) untuk mempertahankan negerinya dari serangan Portugis. Karena mangkatnya Suleiman pada tahun 1566, ekspedisi AL ke Sumatra dititahkan oleh puterandanya Selim II, yang menunjuk Kurdoğlu Hızır Reis untuk misi itu.
Kurtoğlu Hızır Reis adalah Laksamana Kepala Armada Utsmaniyah di Samudera Hindia yang bermarkas di Suez, dengan pelabuhan lain yang ada di Aden dan Basra. Pada tahun 1568, ia berlayar memimpin armada yang terdiri atas 22 kapal yang membawa prajurit, perlengkapan militer, dan pasokan lain, lalu tiba di Aceh pada tahun 1569, peristiwa yang secara efektif menandai ekspansi wilayah timur Turki Utsmani.
Secara serentak, Turki Utsmani menginformasikan Portugal bahwa Aceh adalah wilayah Turki sejak saat itu dan serangan terhadap Aceh akan dipandang sebagai serangan terhadap Turki Utsmani, dan armada Portugis menghentikan aktivitasnya di daerah sekitar Aceh.
0 Komentar