Perang Dagang dan Persaingan antar Pemerintah di Suriah, Panaskan Investasi BUMD dan BUMDes


Persaingan dan perang dagang antar beberapa pemerintah di Suriah membuat peran BUMD dan BUMDes semakin vital untuk bertahan hidup.

Sebagaimana diketahui saat ini terdapat setidaknya empat pemerintahan di Suriah yang memiliki parlemen sendiri. Pertama rejim yang menguasai 65 persen wilayah, kedua pemerintahan penyelamat (SG) di Idlib, ketiga, pemerintahan interim Suriah (SIG) dan keempat pemerintahan otonomi NES.

Ada juga pemerintahan de facto seperti Al Rukban, Daraa, Golan dan perkampungan ISIS yang belum dikuasai rejim.

Khusus untuk Golan, ekonominya sudah menyatu dengan Israel.

Masing-masing pemerintahan ini, walaupun saling bergantung dan berhubungan, terkadang juga saling memboikot.

Dengan demikian peran BUMD dan BUMDes menjadi sangat krusial jika BUMN tidak bisa mengkover kebutuhan masyarakat.

Di pemerintahan lokal Tabqa setingkat kabupaten di bawah NES baru-baru ini menggerakkan BUMD nya untuk membangun peternakan ayam dalam jumlah besar. Hal ini untuk jaga-jaga jika pasokan dari wilayah lain tersendat jika ada konflik yang tiba-tiba.

Selain di bidang pertanian dan perikanan, mereka juga harus dapat melakukan rekonstruksi fasilitas dengan dana sendiri.

Hal ini karena pemerintahan pusat atau otonomi belum tentu memiliki dana untuk itu. Bahkan mungkin belum ada APBN nya.

BUMD dan BUMDes menjadi sumber APBD pemasukan bagi pemerintahan lokal untuk menggaji dan menjamin berputarnya roda pemerintahan.



Posting Komentar

0 Komentar