Oposisi Suriah (SOC) atau dikenal juga dengan Koalisi Nasional Suriah (SNC) tidak setuju dengan kontrak pengelolaan minyak antara perusahaan Amerika Serikat dengan pemerintahan PYD di Suriah Timur.
PYD adalah partai politik dominan di pemerintahan NES dan merupakan sayap politik YPG Kurdi yang masih dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS dan Eropa karena berhubungan dengan PKK.
Sementara itu, kontrak tersebut dilakukan dengan SDF, militer NES yang juga didominasi oleh YPG/PYD.
Menurut SOC/SNC kontrak tersebut otomatis batal karena minyak Suriah milik rakyat Suriah secara keseluruhan.
NES menguasai 70 persen yang direbut SDF dari ISIS.
Sebelumnya rejim Bashar Al Assad juga menyatakan kontrak tersebut sebagai ilegal dan menuduh perusahaan AS sebagai perampok atau penadah.
0 Komentar