Posisi Turki saat ini diguncang oleh narasi Pan Arabisme yang diduga digemakan oleh Uni Emirat Arab.
Menurut pejabat UAE, Turki tidak seharusnya ikut campur dengan urusan negara-negara Arab. Walau dalam berbagai momen, seperti di Qatar dan Libya (GNA), Turki merupakan pihak yang diundang secara resmi.
Sementara itu UAE bukan pihak yang diundang dalam konflik tersebut dan juga bukan bagian dari negara Mediterania. Begitu juga dengan kasus Qatar yang diblokade dan diembargo tetangganya. Tak mungkin bisa survive jika tak ditolong oleh Turki dan lainnya.
Seorang warganet menyentil narasi Pan Arabisme ini yang justru membuat kerusakan di Suriah dan Libya.
Rejim Bashar Al Assad yang didukung UAE kini malah menyebabkan kehancuran pada rakyatnya. Begitu juga LNA yang memberontak dari Tripoli juga didukung oleh UAE dan menyebabkan banyak korban.
Ada juga warganet yang nyentik bahwa negara-negara Teluk tidak berhak menyuarakan Pan Arabisme, karena itu merupakan program Partai Baath yang pernah berkuasa di Irak, Suriah, Mesir dan Libya.
Sementara negara Teluk dilihat dari sejarah justru sering berbeda posisi dengan pemimpin negara yang berasal dari Partai Baath, kecuali di Suriah sekarang ini.
Partai Baath inilah di Irak yang juga melahirkan ISIS.
0 Komentar