Jika dilihat peta Revolusi Musim Semi Arab, telihat bahwa pada umumnya adalah konflik 'yang didesain' Barat untuk meruntuhkan Partai Baath yang berkuasa di beberapa negara.
Revolusi Musim Semi Arab dimulai dari Tunisia, Mesir, Libya, Suriah dan lain-lain.
Walau begitu sisa konflik Perang Teluk saat AS dan sekutunya meruntuhkan Partai Baath di Irak juga turut mencampuri.
Partai Baath didirikan oleh Michel Aflaq seorang Kristen Arab di Suriah yang juga menantu salah satu PM Israel.
Termasuk dalam partai garis kiri dan dekat dengan kekuatan komunisme Uni Soviet.
Namun dalam perjalanan konflik Barat vs Baath itu telah melahirkan konflik level kedua antara Sunni vs Syiah dan level berikutnya antata Arab vs Kurdi dan beberapa pentolan Partai Baath dan eks militer Saddam melengkapinya dengan Khilafah ISIS setelah pecah dari Al Qaedah.
Konflik yang ruwet ini telah membuat banyak pihak bekerja sama dengan teroris lawan teroris.
Misalnya AS dan sekutunya berkolaborasi dengan kelompok teroris PKK mendirikan SDF untuk melawan ISIS yang diakui AS adalah buatannya sendiri baik dengan sengana maupun karena ekses 'collateral damage' dari konflik di Irak.
Begitu juga Turki, sebagai negara guarantor bersama Rusia dan Iran terpaksa harus berurusan dengan HTS eks Al Qaedah sebagai penguasa Idlib agar rakyat tidak mengungsi ke Turki oleh pemboman rejim, Rusia dan milisi Iran.
0 Komentar