Hampir semua pemerintahan di Suriah mengalami konflik internal.
Mulai dari militer NES bernama SDF yang menguasai wilayah eks ISIS dan kini bergelut dengan masalah internal.
Keluarga dan suku-suku yang tak sejalan dengan SDF mulai dihabisi dengan dalih perang melawan ISIS.
Baru-baru ini SDF meminta maaf ke sebuah suku karena telah membunuh putra daerah walau keluarga tersebut adalah anti-ISIS.
Begitu juga di lingkungan pemerintahan penyelamat (SG) dan interim (SIG) Suriah.
Di militer Bashar Al Assad perang internal juga terjadi dengan senyap. Sebuah kejadian diketahui saat sudah ada korban dan pemboman misterius.
Kekuatan yang berkompetisi ada jederak kesayangan Rusia vs Iran yang melibatkan di antaranya anak buah Jenderal Maher Al Assad adik presiden yang mengomandoi pasukan elit Divisi Keempat berkekuatan 15 ribu sampai 50.000.
Maher disebut sebagai jenderal kesayangan Iran walau hubungan keduanya dinilai hanya karena faktor bisnis.
Jenderal Maher dilaporkan sering menolak perintah Rusia dan keduanya saling mempreteli pasukan masing-masing di lapangan.
Walau Divisi Keempat mempunyai tugas utara menjaga ibukota, namun Jenderal Maher mempunyai cek poin di seluruh negeri yang menjadi sumber pemasukan selain unit-unit usaha yang berbentuk konglomerasi bekerja sama dengan milisi Iran.
Divisi Keempat adalah pasukan profesional dari Alawiyah tidak seperti divisi lainnya yang kebanyakan Sunni dan statusnya relawan atau wajib militer.
Sementar itu Rusia juga mempunyai jenderal kesayangan dari Alawiyah seperti Tiger Forces, namun yang muncul belakangan adalah Jenderal Ahmad Al Audeh, bekas pejuang oposisi yang sudah rekonsiliasi dengan pemerintah ditengahi Rusia.
Secara struktur eks pasukan FSA atau oposisi yang sudah berdamai dengan Assad diintegrasikan di ke Korps Kelima dan Audeh menjadi salah satu pemimpinnya.
Loyalitas Al Audeh sudah dibuktikan saat ikut menggempur Idlib, bekas kawan, dan beberapa medan tempur lainnya.
Al Audeh dulu merupakan kaki tangan Yordania dan AS yang mempunyai pusat komando di Yordania pada awal musim semi Arab.
Namun di tengah jalan, pasukannya diinfiltrasi oleh lawan politik dan melakukan kudeta kepada dirinya di sebuah wilayah Daraa.
Maka tak heran dia menjadi pihak yang dengan mudah berdamai dengan Assad dan digelari (Cebong) atau katak karena menjadi bagian dari pemerintah.
Walau begitu, loyalitasnya lebih kepada Rusia. Sehingga saat militer pro Iran diduga melakukan operasi senyap melenyapkan eks pemimpin oposisi, dia melakukan perlawanan.
Perang di belakang layar ini telah memakan sejumlah korban jiwa baik kolonel pro Rusia maupun pro Iran.
Media di Suriah juga kelihatan tidak bisa melakukan investigasi penyebabnya karena masing-masing pihak tidak menunjukkan permusuhan secara publik dan tentu juga tidak bisa dikonfirmasi.
0 Komentar