Berbagai laporan media internasional menyebutkan kondisi memprihatinkan kamp pengungsi Al Rukban.
Kamp yang berdiri di gurun pasir dan hanya disokong oleh perkampungan Badui kecil ini disebut rentan mengalami bencana kelaparan yang akut.
Bila di utara Suriah, warga penghuni kamp pengungsi masih bisa bercocok tanam, di Al Rukban tidak bisa karena kondisi alamnya yang kering.
Kamp pengungsi Al Rukban berdiri saat gelombang pengungsi padati Yordania. Sebuah langkah dilakukan untuk menyetop pengungsi di perbatasan Suriah dan Yordania dan didukung oleh PBB.
Saat ini, otoritas de facato wilayah ini adalah Jenderal Muhannad Al Tala salah satu pemimpin FSA fron Selatan.
Mungkin saat ini hanya dia yang tertinggal karena beberapa unit pasukan kuat FSA di Daraa sudah berdamai dan rekonsiliasi dengan pemerintah. Sebagian besar malah sudah diintegrasikan ke militer Assad.
Dalam sebuah interview di media TV, Jenderal Muhamnad Tala, menjelaskan bahwa keberadaan pasukannya yang didukung oleh AS, adalah untuk melindungi pengungsi.
Dekat dengan Al Rukban, terdapat pangkalan militer Al Tanf, yang disebut sebagai garda terdepan melawan ISIS.
Walau dalam berbagai berita disebut, justru pangkalan militer ini berfungsi ganda mendukung ISIS saat menguasai 1/2 wilayah Suriah dan terbukti ISIS tak pernah menguasai Al Rukban. Tapi itu menurut media rejim Suriah.
Walau Jenderal Muhannad Al Tala, menjadi bagian dari FSA, sepertinya belum berintegrasi dengan lembaga pasukan resmi oposisi di bawah pemerintahan interim (SIG) bernama SNA.
Karenanya, kondisi kamp pengungsi tidak bisa dijangkau oleh NGO bahkan PBB, karena penolakan dari Rusia dan rejim.
Sementara itu, jalur perbatasan dari Yordania juga sudah jarang dibuka karena Yordania mengatakan bahwa Kamp tersebut tidak berada dalam jurisdiksinya.
Kini pengungsi hanya bisa bergantung dengan pasokan makanan di warung-warung warga sekitar yang mendaoatkan bahan baku makanan melalui Irak atau jalur penyeludupan.
Keamanan juga dinilai tidak aman karna tingginya kriminalitas dan pemerasan kepada sekitar 50 ribu pengungsi.
0 Komentar