Sulit Bagi Pemeritah Afghanistan Kalahkan Taliban tanpa 'Bantuan ISIS' Sebagaimana di Suriah dan Libya

Banyak yang memperkirakan bahwa Taliban sulit dikalahkan oleh pemerintah Afghanistan 'tanpa bantuan' ISIS sebagaimana yang terjadi di Suriah dan Libya.

Saat konflik Suriah memuncak sekitar tahun 2013, oposisi Suriah hampir kuasai 80 persen wilayah dan rejim Bashar Al Assad hanya bisa kuasai sekitar 15 persen.

Namun tiba-tiba gelombang besar datang dari Irak bernama ISIS dan menguasai hampir 3/4 wilayah yang dikuasai oposisi.

Dengan kata lain, ISIS berperan penting mengalahkan musuh Bashar Al Assad dan membuat pasukan rejim menguat kembali terlepas dari dukungan Rusia dan Iran.

Hal yang sama juga terjadi di Libya walau tidak terlalu mirip. Munculnya ISIS di daerah bekas Moammar Qaddafi itu membuat oposisi bersatu dan sampai sekarang menguasai Tripoli.

Beberapa informasi menyebut memang AS, Rusia dan bahkan Iran dan rejim Bashar Al Assad menyumbang agen-agen mereka menjadi petinggi ISIS. 

Saat posisi ISIS menguat lalu dijadikan 'musuh' bersama. Tinggallah oposisi kini hanya berkuasa di kantong-kantong kecil utara Suriah yang penuh sesak dengan pengungsi. Itupun bertahan berkat guarantee dari Turki.

Dalam konteks Afghanistan, Taliban adalah oposisi. Bahkan menurut Rusia, posisinya hampir mirip dengan Hezbollah di politik Lebanon.

Jika pemerintah Afghanistan 'menyusupkan' agennya menjadi pemimpin ISIS maka bisa saja ISIS vs Taliban akan terjadi.

Namun, Amerika Serikat yang menjadi 'pendiri ISIS' dari awal telah sepakat dengan Taliban untuk memerangi ISIS sehingga pemerintah Afghanistan tidak bisa main mata.

Harapannya untuk bermain mata adalah India yang sejak awal melihat Taliban hanya boneka Pakistan.

Melalui agen RAW India di Balochistan yang memberontak ke Pakistan, bisa saja mengarahkan para bayarannya bergerak mendekati ISIS.

Namun, akan sangat riskan bagi India untuk bisa mainkan ISIS secara terang-terangan karena akan memicu protes di dalam negeri khususnya dari kaum fanatis Hindu.

Posting Komentar

0 Komentar