Padahal sejak 2017 rekonsiliasi telah terjadi dan bahkan sebagian oposisi telah bergabung dengan pemerintah khususnya di militernya.
Dalam rekonsiliasi tersebut, kelompok-kelompok yang dianggap teroris sudha dipindahkan ke Idlib. Praktis yang tinggal hanya warga biasa. Lalu mengapa tetap ada konflik?
Ini membuktikan narasi bahwa pemerintah hanya ingin memerangi terorisme hanya isapan jempol. Bahwa mimpi warga untuk hidup nyaman di bawah pemerintahan Bashar Al Assad hanya ilusi.
Konflik yang diawali dengan golputnya sebagian warga di Pilpres Suriah kemarin dibalas dengan blokade ekonomi ke Daraa Balad.
Banyak yang memperkirakan baik Rusia yang menjadi penjamin rekonsiliasi maupun pemerintah yang didukung oleh Iran terjadi perselisihan yang membuat situasi di lapangan tidak seperti yang diinginkan oleh perjanjian damai atau rekonsiliasi tersebut.
Salah satu poin yang sangat ditunggu dan tidak pernah direalisasikan adalah kembalinya pengungsi ke rumah mereka masing-masing. Artinya warga Daraa yang mengungsi di Suriah atau luar negeri harus dapat kembali dengan aman ke kampung halaman.
0 Komentar