Turki Siap Buka Kesempatan Hubungan Baik dengan Perancis Jika Paris Hentikan Politik Anti Ankara

Turki menyatakan pihaknya bersedia membuka hubungan yang lebih erat dengan Perancis jika Paris bersedia meninggalkan politik anti Ankaranya di kawasan.

Perancis sebagaimana diketahui menjalin hubungan erat dengan kelompok teroris PKK di Turki yang jelas sudah terdaftar sebagai kelompok teroris di NATO, Eropa dan AS.

Perancis juga selalu berusaha berada di pihak berbeda pada kebijakan politik Turki seperti yang terlihat di Azerbaijan dalam perang Nagorno Karabakh, di Siprus dan arena lainnya.

Dukungan Paris untuk kebangkitan kalangan Kurdi dengan memperkuat YPG/SDF Suriah terlihat sejalan dengan kebijakan AS untuk menghidupkan kembali 'Dinasti Ayyubiyah' yang terkenal sebagai Dinastinya warga Kurdi di Timur Tengah dengan tokohnya Saladin atau Salahuddin Al Ayyubi.

Hubungan sejarah yang kuat ini diharapkan dapat mengimbangi kebangkitan 'Utsmaniyah' atau Ottomanisme yang ditakutkan oleh Eropa.

Patut juga diingat bahwa Paris pernah mengguncang peta keseimbangan kekuatan di Mediterania dengan menjual dua kapal induk ke Mesir usai Presiden Al Sisi berhasil padamkan kekuatan Revolusi Musim Semi Arab dengan mengkudeta Presiden yang sah Mohamed Mursi.

Uniknya revolusi musim semi Arab juga pada awalnya didukung negara-negara Eropa untuk menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.

Sebelumnya hanya Aljazair yang memiliki kapal induk helikopter buatan Italia. Kini Turki mulai membangun kapal induknya sesuai dengan model Spanyol dan Qatar dengan model dari Italia.



Posting Komentar

0 Komentar