Ketika Negara Baru Lahir AS Menantang Perang Negara Kuat Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya di Barbary Wars

Dulu saat masih baru merdeka dari Inggris, AS masih menjadi negara muda yang baru menjalin hubungan diplomatik ke negara-negara besar.

Beberapa negara yang didekati adalah Maroko yang merupakan negara merdeka dan yang pertama akui kedaulatan AS, dan juga Aljazair, Tunisia dan Libya yang dulu bernama Tripolitania. Tiga negara terakhir merupakan vassal Ottoman atau Khilafah Utsmaniyah.

Namun, sering dengan kemajuan negaranya, AS mulai membangkang untuk membayar pajak dan retribusi perdagangan khususnya ekspor dan impor.

AS mulai melakukan sejumlah manuver melawan hukum untuk tidak membayar pajak pelabuhan yang sudah biasa diterapkan di mana-mana bahkan di AS sendiri.

Manuver ini dikenal dengan Barbary Wars dengan tujuan agar AS bisa berlaku sewenang-wenang di wilayah teritorial tuan rumah.

Dalam buku sejarah AS, menyebutnya sebagai perang kepada 'bajak laut' dengan maksud kepada Angkatan Laut ke empat negara tersebut dan bea cukainya.

Belakangan, ada sejarawan yang mengatakan bahwa itu merupakan sejarah awal AS melawan terorisme. Walau sampai sekarang AS juga menerapkan pajak dan bea masuk kepada imigran atau pendatang asing sebagaimana Maroko, Libya, Aljazair dan Tunisia tersebut.

Namun, secara tidak langsung sikap pembangkangan AS sebagai pendatang di Mediterania telah menjadi atau dijadikan sebagai asal muasal lahirnya Angkatan Laut AS, yang kalau dilihat dari sisi lain, lahirnya armada bajak laut sadis AS di Mediterania.

Posting Komentar

0 Komentar