Setelah Kejadian Penembakan Pendeta yang Ternyata Pelakunya Pendeta Juga, Intelijen Perancis dan Supremasi Kulit Putih Diduga Kembali Teror Masjid dengan Selebaran Ancaman


Menyusul beberapa kejadian aneh dan blunder di Perancis soal terbongkarnya pelaku penembekan pendeta yang ternyata oleh pendeta juga, intelijen Perancis diduga semakin menggencarkan kampanye anti Islam sebagaimana yang ingin dinarasikan Presiden Emmanuel Macron.

https://www.facebook.com/132002480191821/posts/3559264214132280/

Sebuah selebaran disebarkan ke beberapa masjid dengan menggunakan tangan kelompok garis keras dan supremasi kulit putih Perancis untuk meneror rumah ibadah Islam Perancis.

Imam Besar Al Azhar Mesir telah mengutuk langkah-langkah Macron yang dinilai merekayasa dan memancing kebencian terhadap Islam untuk menjadi motor meraup suara pada pilpres mendatang.

Sejumlah petinggi agama dan mantan Presiden juga setuju bahwa penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah bagian dari kebebasan ekspresi.

Presiden Yayasan Dakwah Eropa juga menjelaskan kalangan Muslim yang saat ini ditarget Macron tidak harus merasa bertanggung jawab atas segala ulah dan rekayasa yang dilakukan kelompok garis keras dan supremasi kulit putih yang dibantu intelijen. Bahkan jikapun ada orang Islam yang terperangkap melakukan kegiatan untuk menciptakan momentum anti Islam yang digagas kelompok-kelompok tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar