Perbedaan Perlakuan Media Sosial pada Konflik Suriah dan Nagorno Karabakh


Pada konflik Suriah dan Nagorno Karabakh yang terjadi saat ini terjadi perbedaan mencolok perlakuan yang diberikan media sosial khususnya Facebook, Twitter dan Intagram.

Jika di konflik Suriah, media sosial pemerintah Suriah maupun pemberontak sering lenyap atau dihapus oleh Twitter dll, sehingga yang muncul adalah media sosial pihak ketiga yang menukil atau melerai info yang dianggao dari dalam.

Belakangan, setelah ISIS mereda, justru nama-nama pejabat pemborantak Kurdi seperti Mazloum Abdi yang mendapat tanda biru.

Sementara akun pemerintah, walau munck lagi setelah dihapus berkali-kali tidak mendapat tanda bintang biru.

Akibat dari kebijakan adalah masyarakat dunia maupun masyarakat Suriah sering mennjadi korban disinformasi. Jikapun ada beberapa akun yang eksis baik pemerintah maupun pemberontak akan segera dihapus.

Sementara di konflik Nagorno Karabakh sejak awal justru pemberontak mendapat tempat di media sosial dan sepertinya tidak ada upaya dari pihak media sosial untuk menghapusnya.

Artinya, jika memang pemberontak memang harus dilabeli teroris, maka akun pemberontak Artsakh atau Armenia juga seharusnya dihapus.


Posting Komentar

0 Komentar