Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengingatkan agar kaum wanita tak dilupakan dalam proses perdamaian di Afganistan. Hal ini disampaikannya dalam negosiasi perdamaian bersejarah antara pemerintah Afganistan dan gerilyawan Taliban pada Sabtu (12/9).
"Rakyat Afganistan harus menjadi jantung dari proses perdamaian ini, sehingga tak ada siapa pun yang ditinggalkan, termasuk perempuan," kata Retno, dilansir dari Reuters.
Negosiasi ini untuk pertama kalinya mempertemukan delegasi pemerintah Afganistan dan gerilyawan Taliban di Doha, Qatar. Pihak yang bertikai pun didesak untuk segera menyetujui gencatan senjata dan membentuk kesepakatan yang menjunjung hak-hak perempuan.
0 Komentar