Sebagaimana diketahui Azerbaijan mulai merebut kembali wilayah yang dijajah Armenia melalui pemberontak Nogorno Karabakh atau separatis Republik Artsakh yang tidak diakui dunia.
Namun wilayah yang direbut tersebut masih wilayah Azerbaijan sendiri dan bukan wilayah Nargo Karabakh yang disengketakan.
Akan tetapi, Rusia mulai melihat tanda-tanda kemunduran dan mulai memberi sinyal keberpihakannya.
Sebenarnya menurut Turki pasukan Rusia sudah sejak lama terlibat dalam pertempuran namun belum menggunakan dinas resminya atau memggunakan pasukan swastanya.
Sikap dari Rusia itu hanya untuk memberi ruang kepada Armenia untuk mengerahkan seluruh pasukannya memperkuat penjajahan di Azerbaijan tanpa harus kuatir mengenai situasi dalam negeri.
Rusia ingin mengatakan bahwa Azerbaijan tidak dibolehkan untuk melintasi wilayah Armenia. Dan ini berarti secara tidak langsung Rusia mendorong Armenia melanjutkan pelanggarannya terhadap putusan Dewan Keamanan PBB dan memperkuat kegiatan teror mereka bersama proksinya Nagorno Karabakh yang disebut Azerbaijan sebagai teroris.
0 Komentar