Seberapa Besar Wilayah Suriah yang Dikuasai Iran dan Rusia?

Rusia dan Iran dilaporkan bersaing ketat menguasai wilayah Suriah dan memperlebar area pengaruh mereka.

Selain menguasai dua pangkalan militer di Lattakia dan Tartus, Rusia juga mempunyai pasukan eks oposisi yang sudah diintegrasikan ke militer Suriah namun hanya loyal ke Rusia, di Daraa.

Selain itu, Rusia juga mempunyai hubungan khusus dengan SDF yang memerintah di Timur Suriah, koalisi AS dan sekutunya.

Hubungan khusus juga dijalin ke milisi Liwa Al Quds yang kebanyakan berasal dari pengungsi Palestina.

Kecuali Daraa dan dua pangkalan di atas, tidak ada wilayah di Suriah yang benar-benar dalam penguasaan Rusia.

Namun, milisi Iran dan Hezbollah memiliki area penguasaan yang lebih luas.

Walau wilayah yang dikuasai Iran tersebut 'kurang' berharga dibandingkan yang lain.

Misalnya wilayah SDF menguasai 70 persen ladang migas Suriah. Sementara itu, Iran pernah menguasai beberap sumur minyak namun sudah direbut oleh Rusia menggunakan kekuatan Liwa Al Quds.

Penguasaan wilayah ini tidak saja berpengaruh pada politik, sepeti pemilu parlemen kemarin yang dimenangkan banyak caleg pro Iran, tapi juga pada ekonomi.

Perusahaan Iran atau lokal pro Iran akan lebih mudah menguasai pasar di wilayah yang diduduki Iran, misalnya sebagai distributor komoditas, pom bensin dan lain sebagainya.

Sementara itu perusahaan atau agen usaha yang bukan pro Iran akan membayar pajak atau upeti yang lebih besar.

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah Suriah sudah membubarkan milisi-milisi yang mengenakan pungli atau jasa keamanan bagi toko-toko di Aleppo.

Cara preman ini tentu akan merusak citra Iran jika dilakukan di wilayah yang didudukinya. Namun monopoli sebuah produk dapat dilakukan sebagaimana Divisi Keempat Suriah pimpinan Maher Al Assad, adik Presiden yang juga punya gurita bisnis di Damaskus.


Posting Komentar

0 Komentar