Dalam reshuffle kali ini, sejumlah menteri lama dipertahankan.
Berikut nama-namanya:
1. Hussein Arnous, Perdana Menteri
2. Jenderal Ali Abdullah Ayoub, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan
3. Walid al-Muallem, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat
4. Dr. Muhammad Abdul Sattar Al-Sayed, Menteri Wakaf
5. Mansour Fadlallah Azzam, Menteri Urusan Kepresidenan
6. Hussein Makhlouf, Menteri Administrasi Lokal dan Lingkungan Salam Al-Safaf
7. Menteri Pembangunan Administrasi Dr. Salwa Abdullah, Menteri Sosial dan Perburuhan
8. Dr. Muhammad Samer Al-Khalil, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri
9. Imad Abdullah Sara, Menteri Penerangan
10. - Mayor Jenderal Mohamed Khaled Al-Rahmoun, Menteri Dalam Negeri
11. Mohamed Rami Martini, Menteri Pariwisata
12. Dr. Bassam Ibrahim, Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah
13. Suhail Abd al-Latif, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
14. Insinyur Iyad Al-Khatib, Menteri Komunikasi dan Teknologi
15. Talal Al-Barazi, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen
16. Dr. Labana Mashouh, Menteri Kebudayaan
17. Dr. Darem Tabaa, Menteri Pendidikan
18. Ahmed Al-Sayed, Menteri Kehakiman
19. Tamam Raad, Menteri Sumber Daya Air
20. Dr. Kinan Yaghi, Menteri Keuangan
21. Zuhair Khuhaim, Menteri Perhubungan
22. Bassam Tohme, Menteri Minyak dan Sumber Daya Mineral
23. Hassan Al-Ghobash, Menteri Kesehatan
24. Ziad Sabbagh, Menteri Perindustrian
25. Muhammad Hassan Qatna, Menteri Pertanian dan Pembaruan Agraria
26. Ghassan Al-Zamil, Menteri Ketenagalistrikan
27. Muhammad Fayez Al-Barsha sebagai Menteri Negara
28. Muhammad Samir Haddad, Menteri Negara
29. Malloul Al-Hussein, Menteri Negara
Sumber:
https://telegram.me/SyrianPresidency
Selain rejim Bashar Al Assad di Suriah juga kini punya tiga lagi pemerintahan level nasional yaitu SDC, SG, SIG/SNC.
SDC adalah pemerintahan level nasional Timur Suriah yang kini dipimpin oleh Co Chair Presiden Riad Darar dan Presiden Amina Omar. Sementara eksekutifnya dipimpin Co Chair PM Ilham Ahmed dan PM Mansour Selum dengan nama jabatan Co President of Executive Council.
NES/AANES sendiri adalah pemerintahan otonomi di Suriah di bawah SDC yang meliputi tujuh kanton atau wilayah.
Saat ini NES di bawah pimpinan Co Chair PM Abed Hamid Al Mehbash atau sering ditulis juga dengan nama Abdul Hamid Al Mehbash.
Di bawah NES juga terdapat tujuh kanton atau wilayah yang juga dipimpin Co Chair seperti PM Hevi Ibrahim di Afrin, PM Ghassan Al Youssef di Deir Ezzor, PM Talaat Younis di Aljazeera (Aljazira) yang termasuk Qamishli, Hasakah dan Rojava, PM Mohammed Kheir Seikho di Manbij, PM Hind Al Ali di Tabqa, PM Anwar Muslim di Efrat termasuk Kobane dan satu lagi di Raqqa PM Layla Mustafa dan PM Sheikh Mahmoud Shawakh al-Bursan.
Sementara pemerintahan interim Suriah (SIG) di bawah Presiden Nasr Al Hariri dari SNC/SOC dipimpin oleh PM Abd al-Rahman Mustafa sebagai Kepala Pemerintahan Sementara Suriah, Hoda al-Absi menjabat Menteri Pendidikan dan
Maram al-Sheikh Mustafa sebagai Menteri Kesehatan, Salim Idris menjabat Menteri Pertahanan, Mohi al-Din Harmoush sebagai Menteri Dalam Negeri, Abdullah Abd al-Salam sebagai Menteri Kehakiman, dan terakhir Saeed Suleiman sebagai Menteri Administrasi dan Layanan Daerah.
SIG juga mempertahankan struktur provinsi atau kegubernuran sebagaimana biasa seperti Aleppo, Damascus, Daraa, Deir ez-Zor, Hama, Al-Hasakah, Homs, Idlib, Latakia, Quneitra, Raqqa, Rif Dimashq, As-Suwayda dan Tartus.
Saat ini Gubernur Aleppo pro SIG dipimpin oleh pengacara Abdul-Ghani Shobak dan wakilnya Profesor Faiz Al-Dabal dan Sekretaris Dewan Kegubernuran Insinyur Muhammad Jallo, Gubernur Al Hasakah dijabat Muhammad Mulla Al Rasyid dsb.
Lalu ada juga pemerintahan wilayah di bawah kegubernuran seperti Afrin Utara di bawah pemerintahan PM Muhammad Saed Sulayman yang juga menteri di kabinet SIG, Azaz yang menjadi ibukota sementara SIG kini dipimpim PM Muhammad Hajj Ali, Jarablus PM Abde Khalil, Ras Al Ayn dijabat PM Mari Al Youssef, PM Wayel Hamdu di Tel Abyad dan lain sebagainya.
Sementara itu Pemerintahan Penyelamat Suriah (SG) di Idlib dipimpin oleh PM Ali Keda dengan susunan kabinet sebagai berikut; Ahmed Mohamed Latouf menjabat Menteri Dalam Negeri, Suleiman Mansour sebagai Menteri Kehakiman, dan Qutaiba Abdel Hamid Al-Khalaf sebagai Menteri Administrasi dan Layanan Lokal.
Abd al-Rahman Shamous menjabat sebagai Menteri Pembangunan, Adel Hadidi sebagai Menteri Pendidikan, dan Hassan Muhammad Jubran sebagai Menteri Pendidikan Tinggi.
Muhammad Taha Al-Ahmad menjabat Menteri Pertanian, Ayman Ismail Gibbs sebagai Menteri Kesehatan, Ibrahim Shasho sebagai Menteri Wakaf dan Basil Abdel Aziz sebagai Menteri Ekonomi.
0 Komentar