Pelajaran dari Konflik Suriah, Negara Superpower tak Boleh Sombong: AS Butuh SDF, Rusia Butuh Palestina

Konflik Suriah menjadi sebuah tontonan dunia bahwa negara superpower atau adidaya apapun tidak boleh berlaku sombong.

Toh, dalam membuat misi sukses, butuh bantuan pihak yang selama ini dianggap kecil.

Salah satu contohnya adalah bantuan SDF, militer otoritas NES, kepada Amerika Serikat dan sekutunya untuk menguasai 1/3 wilayah Suriah.

Tanpa pasukan SDF di lapangan, berbagai operasi AS di Suriah tidak akan mudah terwujud.

Begitu juga Rusia yang saat ini sangat mengandalkan Liwa Al Quds untuk menumpulkan kantong-kantong ISIS yang masih mematikan.

Liwa Al Quds adalah milisi pro Assad namun di bawah kendali Rusia yang terdiri dari rekrutan pengungsi Palestina.

Maka ketika militer Assad ingin melenyapkan satu persatu pimpinan Korps Kelima di militernya khususnya eks oposisi yang sudah melakukan rekonsiliasi, banyak pengamat yang heran.

Karena Korps Kelima sudah berjasa ikut dalam pertempuran melawan musuh khususnya pihak oposisi di Idlib. Wilayah kekuasan SIG dan SG di Idlib saat ini sudah mulai mengecil.

Suriah juga harus melihat bahwa kawan yang jumlahnya sedikitpun harus dibela seperti halnya di Al Tanf, AS masih memelihara kelompok kecil oposisi.

Bahkan saat AS melakukan invasi ke Irak harus butuh koalisi puluhan negara untuk melakukannya. Tidak mungkin invasi itu dapat dilakukan sendirian, apalagi tanpa bantuan negara-negara Teluk.


Posting Komentar

0 Komentar