Salah satu tokoh yang selalu tidak muncul di publik tapi punya pengaruh besar di Suriah adalah Jenderal Maher Al Assad, Panglima Divisi ke-4 militer Suriah.
Banyak pemngamat menyebut, Jenderal Maher yang merupakan adik dari Presiden Bashar Al Assad adalah 'The real President' atau presiden bayangan Suriah.
Divisi ke-4 yang dipimpinnya merupakan yang tertatih dan 80 persen terdiri dari Alawiyah, dan 90 persen di antaranya adalah prajurit karir. Artinya, prajurit profesional sampai pensiun dan paling berkemungkinan naik pangkat terringgi di militer Suriah.
Sementara unit-unit lainnya di tubuh angkatan bersenjata Suriah merupakan relawan dan dan sulit naik pangkat.
Selain itu divisi ke-4 juga punya milisi-milisi sipil di seluruh negeri baik dari warga biasa maupun kader partai Baath.
Pimpinan Divisi ke-4 juga petinggi partai Baath dan sebagian anggotanya di'karyakan' di beacukai, beberapa kementerian strategis, BUMN dan perbatasan sehingga mempunyai dana yang cukup untuk bergerak sendiri.
Dengan adanya dua kepemimpinan di Suriah, yang 'front office' yakni President Bashar Al Assad dan yang di belakang yakni Jenderal Maher Al Assad, sering membuat repot pendukung Suriah seperti Rusia.
Sehingga walaupun Bashar Al Assad sudah menyetujui perintah Vladimir Putin, belum tentu Maher Al Assad akan menyetujuinya juga, apalagi Jenderal Maher dikenal dekat dengan Iran.
Dapat difahami, Rusia mulai bekerja di internal militer Suriah, misalnya dengan menciptakan anak emasnya di kalangan Alawiyah seperti seperti Jenderal Suheil Al Hasan pimpinan Divisi ke-25 dari Korps Kelima dan dikenal juga dengan Pasukan Harimau.
Pasukan Jenderal Suheil selalu mendapat dukungan udara dari Rusia di manapun lokasi pertempuran.
Di Korps Kelima ini pula, ada Jenderal Ahmad Al Audeh, pimpinan Brigade ke-8 yang juga loyal ke Rusia.
Yang paling berkemungkinan digunakan Rusia untuk mengimbangi Jenderal Maher adalah Jenderal Ahmad Al Audeh karena dia Sunni dari Daraa dan eks oposisi.
Apalagi di tengah operasi intelijen Maher Al Assad yang membunuh secara misterius lingkaran Al Auseh eks oposisi.
0 Komentar