AS Tegaskan Komitmen Membangun Ekonomi NES/SDF Suriah


Amerika Serikat kembali menegaskan dukungannya untuk pemerintahan NES/SDF di Timur Suriah yang menguasai sepertiga wilayah usai mengusir ISIS.

Walau ISIS adalah buatan AS sebagaimana pengakuan beberapa pejabat AS sendiri, namun kerja sama AS untuk melenyapkan ISIS di Suriah dengan SDF dianggap sebuah kesuksesan.

Kini pemerintahan NES yang dibentuk SDF menguasai 70 persen ladang migas Suriah. Sebagian besar hasil minyaknya dijual ke rejim Bashar Al Assad khususnya 2 kilang di Tartus dan Homs dan dua lagi yang akan dibangun.

Saat ISIS menguasai hampir semua ladang migas, hasilnya juga dijual ke rejim dan ini membuat marah besar AS. Assad dituduh berkolaborasi dengan ISIS.

Sementara itu kelihatannya AS tidak keberatan dengan transaksi minyak NES dengan rejim karena menghasilkan setidaknya 50-an juta dolar AS per bulan.

Walau begitu, Assad dan pejabatnya tetap masuk dalam daftar sanksi AS.

Hubungan mesra AS dengan SDF membuat sedikit penolakan dari Turki.

Bagi Ankara, SDF yang didirikan oleh YPG merupakan kelompok teroris karena YPG merupakan cabang Suriah dari organisasi terlarang PKK yang masuk dalam daftar teroris di AS sendiri, Eropa dan tentunya Turki.

Konflik Suriah telah menyebabkan kekuatan dunia berkolaborasi bersama teroris melawan teroris buatan sendiri atau buatan lawan.

Dukungan ekonomi dan politik juga dilaporkan diberikan Arab Saudi, UAE dan belakangan Mesir ke SDF apalagi dengan memuncaknya perbedaan ketiganya dengan Turki.

Rejim Bashar Al Assad sendiri memounya kolaborasi luas namun terbatas dengan SDF. Saat ini pasukan rejim menjaga perbatasan Suriah dengan Turki di wilayah SDF namun ajakan agar SDF diintegrasikan dengan militer rejim ditolak.

Dialog politik Assad dengan parlemen NES bernama SDC juga sempat dibuka namun kembali ditutup saat SDF menolak keluar dari wilayah eks ISIS milik warga Arab jika tuntutan otonomi Rojava ditolak.



Posting Komentar

0 Komentar