Penilaian beberapa pengamat bahwa kehadiran AS adalah sumber pemiskinan di Irak semakin nyata tidak saja karena perusahaan-perusahaan AS tidak serius garak kontrak proyek tapi juga menghalangi pembangunan jika tidak digarap perusahaan AS.
Hal itu terlihat dalam upaya Irak untuk membangun dan memoderniasi jalu-jalur kereta api nya yang sudah usang dan lama tak terpakai.
Irak menggunakan dana pinjaman dari Tiongkok untuk membangunnya dan ini membuat AS tidak suka. Baik karena tidak suka dengan Tiongkoknya maupun karena tidak suka dengan pembangunan tersebut.
Untuk diketahui jalur kereta api Irak sejak era Uthmaniyah sudah tersambung sampai Eropa baik melalui Suriah mauoun Turki.
Pembangunan jalur ini, kemungkinan dinilai AS akan menguntungkan Iran karena akan lebih mudah mengirimkan produknya ke luar negeri. Walau pakai truk juga bisa tapi tidak dengan kuantitas besar.
0 Komentar