Lulusan Baru dari Akademi Militer Suriah Ini Langsung Teriak Assad Harus Lengser


Lulusan baru dari akademi militer Korps Kelima di Angkatan Bersenjata Suriah berteriak Presiden Bashar Al Assad harus lengser.

Teriakan itu dilakukan di markas besarnya di Daraa, Suriah Selatan berhubungan dengan kejadian beberapa minggu lalu mengenai penculikan dan pembunuhan misterius anggota Korps Kelima.

Sejarahnya, sebagian besar Korps Kelima merupakan eks oposisi (dulu FSA) yang bersedia rekonsiliasi dan diintegrasikan ke militer Suriah dengan guarantor Rusia.

Ratusan senjata berat milik mereka diserahkan ke Rusia dan mereka juga terlibat perang membantu Assad di Idlib hingga mengecil sampai sekarang. Sebelumnya wilayah oposisi juga terdaoat di Homs dan Hama.

Namun belakangan, pasukan Divisi Keempat pimpinan Jenderal Maher Al Assad, adik presiden, bersama anggota intelijen angkatan udara melakukan operasi senyap membunuh para pimpinan Korps Kelima eks oposisi tersebut.

Tindakan ini dianggap mencederai perjanjian damai dan kekesalan memuncak saat Jenderal Ahmad Al Audeh, eks oposisi, bersumpah akan melindungi warga Daraa.

Ada yang aneh dari kejadian ini, karena demo anti Assad tersebut disaksikan oleh polisi militer Rusia. Memang bukan rahasia Korps Kelima lebih loyal ke Rusia dari pada Assad.

Dan ini menandakan terdapat semacam adu pengaruh di tubuh militer Suriah antata jenderal pro Rusia vs pro Iran.

Walaupun begitu, di lapangan, pasukan milisi Iran dan pro Rusia seperti Liwa Al Quds yang terdiri dari warga pengungsi Palestina tetap bekerja sama dengan baik.

Sesekali terjadi konflik khususnya dalam menguasai instalasi penting yang direbut dari musuh.

Di dalam banyak kasus, milisi pro Iran mengalah jika Rusia menginginkan sebuah wilayah menjadi bagian dari penguasaan mereka.

Menurut pengamat, Korps Kelima ini akan disebarkan ke seluruh wilayah di bawah rejim yang sekarang sekitar 65 persen Suriah, untuk membantu pasukan pro Rusia lainnya mengimbangi kekuatan pro Iran.

Tujuannya ada dua: pertama jika pasukan pro Rusia sudah cukup memadai, maka saat itu Iran akan diminta untuk meninggalkan Suriah. Kedua: Rusia juga sedang membutuhkan pasukan untuk dikirim ke Libya membantu pemberontak LNA melawan pemerintahan GNA yang diakui dunia internasional di Tripoli.

Sebelum ini, Rusia sudah merekrut warga Suriah khususnya dari wilayah Deir Ezzour untuk di kirim ke Libya. Sementara hal yang sama juga dilakukan oleh Assad dengan dengan mengirumkan pasukan Alawiyah yang dekat dengannya.

Hal unik lainnya dari kejadian ini adalah terlihat jelas bahwa Korps Kelima tidak dibiayai oleh negara melainkan mandiri dan dukungan finansial dari Rusia.

Hal itu karena ekonomi Suriah juga mengalami krisis akibat konflik dan embargo, sehingga banyak unit tentara Suriah yang menggali sendiri pendanaan mereka, biasanya dari bisnis pintu lintas atau cek poin dan usaha-usaha lainnya di lapangan.

Posting Komentar

0 Komentar