Warga etnik Afar di Djibouti melakukan aksi demonstrasi dan memblokir jalur transportasi Djibouti ke Ethiopia.

Hal ini dilakukan menyusul dugaan keterlibatan Presiden Djibouti ikut campur urusan internal Ethiopia khususnya konflik antara warga negara bagian Somali dan Afar Ethiopia.

Etnik tersebar pada tiga negara Ethiopia khususnya di negara bagian Afar, di Djiboiti meliputi hampir setengah penduduk dan di Eritrea.

Uniknya, etnik Afar di Ethiopia merupakan koalisi pemerintah melawan pemberontak Tigray (TPLF) akibatnya, sebagian wilayah Afar kini diduduki TPLF.

Artinya, bukanlah merupakan kepentingan dari etnik Afar untuk memblokade jalan sebagaimana dilakukan oleh warga Somali yang memblokir transportasi tersebut di wilayah Somali.

Konflik antara Somali dan Afar di Ethiopia terjadi saat pasukan regional negara bagian Somali ingin merebut kembali beberapa desa di Afar. Mereka tidak terima pembagian federal Ethiopia yang memasukkan beberapa desa yang diklaim Somali menjadi wilayah Afar.

Pihak Afar menduga Djibouti mendukung negara bagian Somali Erhiopia karena sama-sama etnik Somali dari klan Issawi.

Akhirnya pasukan Afar harus terlibat dari dua fron pertempuran yakni melawan TPLF yang menguasai beberapa desa yang berbatasan dengan Tigray dan melawan Somali.

Pasukan regional Somali dan Afar juga mendukung pasukan federal Ethiopia di beberapa medan tempur di wilayah Amhara.

Kuat dugaan intelijen TPLF mendasin konflin antara Afar dan Somali karena sebelumnya mereka juga ingin memutus  jalur transportasi Ethiopia-Djibouti untuk memperlemah posisi pemerintah PM Abiy Ahmed.