Reunifikasi Suriah Hampir Mustahil, ‏Libya ‎dan ‎Yaman ‎Masih ‎Mungkin

Suriah sampai saat ini terus mengupayakan proses reunifikasi negaranya setelah Dataran Tinggi Golan didudukk Israel.

Golan tak akan mudah dikembalikan ke ibu pertiwi Suriah sebagaimana Sinai yang berhasil dikembalikan ke Mesir.

Hal itu diperparah dengan terbentuknya setidaknya 4 pemerintahan di Suriah selain Assad, belum termasuk pemerintahan ISIS yang menguasai padang pasir dekat Deir Ezzor.

Di antara pemerintahan itu adalah SIG, SG, SDV dan pemerintahan Al Rukban.

Walau begitu, proses reunifikasi keluarga di pengungsian sudah mulai terjalin.

Melihat dari konstalasi politik regional dan kehadiran Rusia, Iran, Hezbollah dan milisis Irak di Suriah, dapat disebut penyatuan kembali atau reunifikasi Suriah, termasuk Golan dan empat pemerintahan itu sangat mustahil terjadi satu dekade kedepan.

Walau begitu komite konstitusi saat ini sedang bekerja di Jenewa untuk membentuk UUD baru yang diharapkan bisa membuka pintu peluang unifikasi.

Sementara itu proses unifikasi Yaman di pemerintahan Sanaa dengan Yaman dalam pemerintahan Aden masih terbuka lebar.

Namun sama seperti halnya Suriah, Yaman harus lebih dahulu menyamakan persepsi antara Aden dan Sanaa karena kelompok separtis Yaman Selatan yang kini menguasai Aden belum tentu setuju.

Apalagi pulau Socotra dilaporkan sudah dalam penguasaan de facto UAE.

Untuk Libya, unifikasi Libya Barat di bawah pemerintahan GNA Tripoli dan Timur di bawah LNA Tobruk hanya tinggal mencari kesepakatan antara lima jenderal GNA vs lima jenderal LNA yang terus berusaha membentuk pemerintahan bersama.

Jangan lupa, Somalia juga mengalami hal yang sama. Somaliland dan Somalia sampai saat ini terus berembuk di Djibouti untuk mencapai kesepakatan.

Somaliland saat ini ibarat Taiwan yang selalu dibujuk Tiongkok dalam hal ini Mogadishu untuk kembali bersatu namun tidak disetujui.

Sebagian wilayah Somalia juga saat ini masih dikuasai kelompok Al Shabab yang perlu dirangkul pemerintahan pusat sebagaimana Kabul merangkul Taliban.

Posting Komentar

0 Komentar