Akun Pasukan AS dkk Promosikan FSA Reborn di Al Rukban, Suriah

Akun twitter pasukan AS dkk di Suriah mempromosikan FSA yang lahir kembali atau reborn di Kamp Pengungsi Al Rukban dekat Pangkalan Militer Al Tanf di Km 55 dekat perbatasan Suriah, Yordania dan Irak.

Dalam sebuah cuitanya, Combined Joint Task Force Operation Inherent Resolve atau CJTF-OIR di @CJTFOIR menegaskan memberikan dukungan penuh ke FSA di Al Rukban.


"We support our @SyrianFree_Army partners' efforts toward creating a safe and healthy environment in and around al-Tanf Garrison area. We remain committed to peace & regional stability. #AdviseAssistEnable," tulis akun tersebut yang diretwit oleh FSA.


FSA sejatinya sudah dibubarkan oleh oposisi Suriah di SNC/SOC dan mengintegrasikannnya menjadi Tentara Nasional Suriah atau SNA yang berada dalam kendali Kementerian Pertahanan Pemerintahan Interim Suriah atau SIG.

Namun saat itu milisi Maghawir Al Thaura yang dilatih CIA di Yordania menolak bergabung dengan SNA. Sebagai alternatifnya akun milisi kini diubah menjadi akun resmi FSA.

Perubahan terjadi usai kudeta Mayjen Mohannad Al Tala oleh Kolonel Mohammad Farid Al Qasim yang kini didaulat menjadi Panglima Tinggi FSA.

Saat itu AS memecat Mohannad Al Tala karena diduga pergi liburan ke Turki tanpa ijin pasukan koalisi AS dkk dan dugaan Al Tala membuka hubungan transportasi ke Irak untuk membuka keterisoliran Al Rukban.

Al Tala juga diduga dijauhi oleh AS dkk karena tidak ingin berkoordinasi dengan pemerintahan SDC Qasad yang juga binaan AS dkk di Timur Suriah.

Al Rukban kini praktis menjadi negara proto atau proto state yang memerintah sendiri karena tidak tunduk ke salah satu dari empat pemerintahan di Suriah kecuali hanya ke koalisi AS.


CJTF-OIR berada dalam wilayah Central Command atau Centcom militer AS yang berpusat di Florida dan mempunyai front office di Doha Qatar.

Secara kebetulan atau tidak wilayah Centcom merupakan wilayah panas yang penuh dengan intrik dan operasi klandestin termasuk ISIS, Houthi, Israel, Al Shabab di Somalia dan lain sebagainya.

Pendirian kembali FSA ini diduga untuk memperlemah SNA di bawah SIG yang didukung Turki. Meski sama-sama NATO, kedua negara berseberangan dalam politik Suriah. Strategi ini dikenal sebagai 'Balkanisasi' merujuk pemecahan Yugoslavia menjadi banyak negara.

Turki menjadi negara penjamin atau guarantor state di Suriah bersama Iran dan Rusia berdasarkan KTT Astana di Kazakhstan.

Sementara AS dkk mempunyai agenda sendiri meski dituduh Turki sengaja membesarkan kelompok yang berafiliasi dengan organisasi teroris PKK seperti YPG dan PYD yang menjadi kelompok dominan di SDF sayap militer pemerintahan SDC Qasad yang kini menguasai Hasakah, Raqqa dan Deir Ezzour.


Luas wilayah Al Rukban merupakan yang terbesar di antara kelompok oposisi kecuali wilayah SDC.

Meski begitu, Al Rukban hanya padang pasir yang tidak mempunyai infrastruktur pemukiman. Jadi meski kamp pengungsi ini dikelola oleh FSA, perkembangannya tidak akan cepat sebagaimana wilayah SG, SIG dan SDC yang telah mempunyai struktur seperti negara dan dikelola seperti sebuah negara mandiri.


Al Rukban belum ada universitas, fasilitas umum, rumah sakit permanen, perkantoran apalagi kawasan industri.

Bashar Al Assad menempatkan pasukan milisi Iran mengepung Al Rukban dari semua penjuru. Jika terjadi perang, akan sulit bagi FSA Reborn untuk bertahan tanpa dukungan koalisi karena mereka hanya mempunyai sekitar 4.000 personil.

Posting Komentar

0 Komentar